1BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Setting Penelitian 1. Persiapan penelitian Dalam penelitian ini terdapat beberapa hal penting yang dilakuk
GerakanAyo Mondok yang diinisiasi oleh Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) atau Asosiasi Pesantren Nahdatul Ulama sebagai kontribusi dalam pembentukan karakter anak bangsa. Seperti yang ada pada logo ini yaitu tulisan Santri Nusantara, Ayo! Mondok, Pesantrenku Kereen!! Download a Logo or coat of arms of AYO MONDOK Vector CDR, SVG, AI, EPS
Kita mengawali dengan memperkenalkan logo dan tagline Hari Santri 2021. Kita membuka peringatan hari santri ini dengan rangkaian-rangkaian yang akan kita ikuti selama dua bulan dari sekarang,” tutur Ketua RMI PBNU KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin dalam konferensi pers Kick-Off Hari Santri 2021, belum lama ini.. Logo hari santri tahun ini
Bandung NU Online Jabar Ketua Satuan Koordinasi (Satkor) Covid-19 Pondok Pesantren Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H. Ulun Nuha melalui channel YouTubenya menyampaikan pesan sekaligus renungan dalam menghadapi kesulitan di tengah pandemi, yaitu dalam satu kesulitan ada banyak kemudahan.
Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. KH. Abdul Ghaffar Rozin Ketua PP RMI NU "Gerakan Ayo Mondok memberikan sumbangsih dan juga peran penting bagi pembangunan negara dan peradaban dunia" KH. Mustofa Bisri Pengasuh Pesantren Raudlatut Tholibin - Rembang "Semakin banyak ilmu, semakin kita harus lebih banyak belajar" KH. Maimun Zubair Mustasyar PBNU "Santri kalau sudah pulang dari tempat belajar atau pondok pesantren harus berani istiqomah" Daftar PonPes CARI PONDOK PESANTREN Home Tentang Kami Hubungi Kami Rubrik RMI-NU
Jakarta - Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta mengenang pertemuannya dengan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur saat berkunjung ke kantor PBNU. Jose Ramos-Horta bercerita momen kala dia bertemu dengan Gus Dur di Paris dalam sebuah forum internasional."Saya pertama kali bertemu Gus Dur di Paris, Prancis, beberapa tahun lalu. Saat itu kita bersama menghadiri forum internasional," ujar Jose Ramos-Horta kepada wartawan di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu 20/7/2022.Jose mengatakan sangat dekat dengan NU, terutama tentang pesan nilai-nilai demokrasi yang pernah ditanamkan Gus Dur sewaktu Timor Leste menyatakan merdeka. "Saya merasa sangat dekat dengan NU," kata Jose itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyebut Jose Ramos-Horta dan Gus Dur memiliki hubungan dekat. Keduanya disebut sudah lama berteman."Beliau memang dekat sekali dengan Gus Dur. Sudah kenal lama. Jadi beliau teman sejak lama," jelas Gus Yahya mengatakan PBNU akan mengajak salah satu tokoh agama dari Timor Leste untuk berpartisipasi dalam forum R20 di Bali. Bak gayung bersambut, Jose Ramos-Horta pun menyambut baik ajakan Gus Yahya itu."Kita meminta ada representasi dari Timor Leste untuk ikut dalam R20. Tokoh agama dari sana dan kami ingin membuka kerja sama dengan masyarakat Timor Leste, apa pun yang bisa dilakukan untuk agenda kemanusiaan," kata Gus Yahya."Insyaallah tanggal 2 atau November nanti di Bali. Beliau menyambut baik," Jose Ramos-Horta mengunjungi kantor PBNU di Jakarta Pusat pagi ini. Setiba di lokasi, Jose Ramos-Horta tampak disambut oleh Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ramos-Horta terpantau tiba di kantor PBNU pukul WIB, Rabu 20/7/2022. Dia tampak mengenakan kemeja berwarna putih serta jas dan masker bermotif Yahya dan Gus Ipul tampak menyalami Jose Ramos-Horta. Sesudah itu, Jose Ramos-Horta masuk ke dalam kantor PBNU didampingi oleh Gus Yahya dan Gus Ipul. rak/yld
Jakarta, NU Online Rabithah Ma’ahid Islamiyah RMI Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang merupakan Asosisasi Pesantren NU meluncurkan logo Hari Santri 2020. Ketua Umum RMI PBNU KH Abdul Ghaffar Rozin mengatakan, tahun ini pihaknya meluncurkan logo yang menggambarkan kondisi pandemi Covid-19 ditandai dengan gambar dua orang santri mengenakan masker. “Tahun ini, bangsa Indonesia bahkan seluruh dunia sedang menghadapi ujian yang luar biasa. Khususnya kita kalangan pesantren dengan adanya wabah pandemi Covid-19,” kata Gus Rozin melalui keterangan tertulis, Kamis 17/9. “Sampai saat ini, pandemi semakin meluas dengan bertambahnya korban di berbagai kalangan dan kluster. Kita belum tahu pasti sampai kapan ini semua akan berakhir,” sambung Gus Rozin, sapaan akrabnya. Sehingga dalam rangka Hari Santri yang akan jatuh pada tanggal 22 Oktober 2020 ini, RMI PBNU sengaja mengambil tema "Santri Sehat Indonesia Kuat" dengan logo “Ayo Mondok Pakai Masker”, sebagai spirit untuk selalu menjaga kesehatan. “Semoga bangsa Indonesia khususnya kalangan pesantren dijauhkan dari fitnah corona, karena dengan pesantren sehat maka Indonesia akan kuat,” jelasnya. Lebih lanjut, Gus Rozin mengimbau kepada keluarga besar pesantren dan para santri di Indonesia untuk senantiasa menjaga kewaspadaan dan selalu taat protokol serta menerapkannya di lingkungan pesantren. Selain itu, semua warga pesantren harus terlibat aktif dalam menjaga pesantren dari terpapar covid-19. “Supaya visi-misi pesantren sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan pemberdayaan akan senantiasa eksis dan berkembang,” harapnya. RMI PBNU juga mengajak para santri dan seluruh elemen masyarakat untuk dapat mensosialisasikan logo Hari Santri 2020 untuk menandai peringatan yang saat ini memasuki tahun ke-6 sejak sejak ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober 2015 lalu. Sumber NU Online Editor Abdullah Alawi
Jakarta - Gelar 'Gus Lora' yang disematkan kepada Hotman Paris menuai kontroversi. Sebelumnya Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj memang memberi nama 'Gus Lora' kepada Hotman Paris. Rupanya penamaan 'Gus Hotman' juga mengundang komentar dari Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama PBNU, KH Abdul Manan Ghani. Bagi Abdul Manan, Gus yang disematkan kepada Hotman Paris tersebut adalah guyonan. Memang di kalangan orang NU sebutan Gus adalah hal yang biasa. "Biasa kiai NU itu kalau berbicara suka banyak canda-candanya, guyonan. Ketika siapa yang datang panggil aja dengan nama Gus," kata Abdul Manan di Kantor PBNU, Kramat, Jakarta Pusat, Selasa 10/9/2019. "Bukan sesungguhnya Gus anak kiai. Kan panggilan kehormatan, panggilan baik toh. Siapa saja bisa," tambahnya. Lanjut Abdul Manan Ghani, penyematan nama Gus juga identik orang berdarah Jawa Timur. Sementara itu, Lora sendiri adalah sebutan khas orang berdarah Madura. "Lora itu dari Madura, kalau Cirebon biasanya dipanggil Kang, jangan salah, orang dipanggil Gus biasa. Gus itu kan tradisi. Saya sering dipanggil Kang oleh orang lain," kata Abdul Manan disinggung penyematan nama Gus apakah cocok untuk Hotman, Abdul Manan menyebut Hotman dipanggil Bang yang dianggapnya sesuai nama kehormatan orang berdarah Batak. "Nggak pantas juga kalau orang Batak dipanggil Gus, pantas nggak? Pantasnya 'Bang' lah. Beliau kan marganya Hutapea, kalau Batak dipanggil Kang cocok nggak? Nggak, bukan kulturnya intinya panggilan," pungkasnya. Simak Video "Razman Merasa Dikriminalisasi di Kasus Lawan Hotman Paris" [GambasVideo 20detik] kmb/mau
Jakarta, NU OnlinePemukulan bedug oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Senin 1/6 di aula kantor PBNU Jakarta, menandai diluncurkannya Gerakan Nasional “Ayo Mondok” yang dimotori oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah RMI.Koordinator Gerakan Nasional “Ayo Mondok, Pesantrenku Keren” KH Lukman Harits Dimyati mengatakan, gerakan ini adalah bentuk kepedulian kalangan pesantren yang tergabung dalam RMI terhadap fenomena dunia pendidikan yang gagal menanamkan pendidikan karakter kepada pelajar dan secara moral, hanya pesantren yang bisa menyelamatkan generasi muda dari kencenderungan-kecenderungan pendidikan yang merusak. Perilaku yang baik hanya bisa dilakukan dengan pembiasaan secara terus menerus untuk bersikap baik.“Pembiasaan selama 24 jam dengan pengawasan, pembinaan dan pendampingan terus menerus adalah bentuk pendidikan karakter yang sudah lama dilakukan di pesantren, jauh sebelum isu pendidikan karakter muncul,” Sad Aqil Siroj mengatakan, gerakan Ayo Mondok ini merupakan “action” dari gerakan “Kembali ke Pesantren” yang dicanangkannya sejak Muktamar NU di Makassar 2010 lalu.“Omong kosong kalau kita ngomong kembali ke khittah kalau tidak kembali ke pesantren. Kembali ke pesantren bisa dalam artian fisik yakni mondok, atau dalam pengertian kembali kepada nilai, akhlaq dan jati diri pesantren,” dalam acara peluncuran Gerakan Nasional “Ayo Mondok” Ketua PP RMI Amin Haedari, Sekjen Miftah Fakih dan para pengurus PP RMI, Ketua RMI Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozien dan Ketua RMI Jawa Timur KH Reza Ahmad Zahid, serta para pengurus lembaga dan badan otonom di lingkungan PBNU. A. Khoirul Anam
ayo mondok rmi pbnu